Minggu, 02 Februari 2014

CEMBURU >:(




Semua orang pasti pernah cemburu. Sejak kecil pun pasti pernah. Gak percaya? Misalnya kita yang punya adik, saat ibu kita lebih memperhatikan adik yang masih kecil pun sesekali kita pasti pernah cemburu. Atau saat ayah kita lebih memperhatikan anak laki-lakinya daripada kita. Pernahkah mengalami kecemburuan seperti itu? 

Ada yang belum pernah cemburu ke pacarnya? Pasti semua pernah deh, ayo ngaku! Hehehe
Cemburu tanda cinta? Bukan! Cemburu itu tanda insecure, kenapa? Iya, orang yang cemburu artinya ia merasa tidak aman, takut akan kehilangan orang yang disayanginya. Sumber dari perasaan cemburu ada banyak tapi yang utama adalah karena kita tidak percaya diri, takut karena ada orang lain yang lebih baik dari diri kita yang akan mengalihkan perhatian bahkan perasaan cinta orang yang kita sayangi atau kita miliki. Cobalah introspeksi, benar atau tidak hal tersebut.

Cemburu memang bumbu dalam pacaran, itu benar, karena tanpa cemburu sama sekali, sebuah hubungan akan terasa hambar. Tapi hati-hati, cemburu yang berlebihan justru tak baik untuk diri sendiri dan untuk pasangan kita. Kecemburuan berlebih akan menyebabkan rasa insecure dan takut kehilangan yang tinggi, yang justru akan memicu kita untuk bersikap posesif. Girls, mayoritas pria tidak suka jika pasangannya terlalu posesif, mereka ingin bebas tapi 'terikat dengan sendirinya'. Percaya atau tidak, jika kita memberikan limpahan rasa percaya justru dia akan semakin terikat pada kita! Kecuali jika dia memang pria jahat yang hobby berbohong dan senang mempermainkan wanita, nah ini beda lagi kasusnya :)

Cemburunya orang yang berhubungan jarak jauh atau LDR ada bermacam-macam lho, girls. Kenali rasa cemburumu sebelum bertindak lebih lanjut. Salah-salah bisa merusak rasa respect si dia atau bahkan merusak hubungan kalian. Kelola rasa cemburu dengan baik, jangan sampai over dan justru merusak hubungan, kalau sudah begitu apa masih bisa dikatakan bahwa cemburu tanda sayang atau tanda cinta?

Yuk kita bahas!

1. Cemburu pada Teman Wanita
Cemburu jenis ini sangatlah umum, dan wajar apabila semua orang pernah mengalami. Misalnya ketika si dia sedang ada urusan sehingga harus pergi berdua atau sering berinteraksi dengan teman wanitanya, tak dipungkiri pasti kita pernah merasa cemburu. Tapi harus diingat, selama interaksi mereka masih dalam takaran wajar, kecemburuan kita juga harus wajar ya, girls :)

2. Cemburu pada Teman atau Sahabat Pria
Si dia sering menghabiskan waktu hingga larut dengan teman-teman pria. Entah main game, futsal, menonton pertandingan bola, dan lain sebagainya, sehingga intensitasnya menghubungi kita atau untuk saling ngobrol menjadi sangat berkurang. Cemburu? Boleh, tapi kadarnya harus lebih sedikit lagi jika dibandingkan dengan jenis kecemburuan nomor satu di atas ya. Kalau si dia sangat intens dengan satu teman pria saja, jangan cemburu tapi cari tau, pacar kamu normal atau tidak? Hehehe

3. Cemburu pada 'Waktu'
Apa itu? Nah, di sini letak kecemburuan terbesar yang kerap kali dialami pasangan jarak jauh atau LDR, yaitu cemburu pada 'waktu'. Entah apapun yang dilakukan pasangan kita jadi sering merasa kesal, bahkan bisa emosi padahal tak ada masalah apapun. Kok bisa? Sesungguhnya kita sedang cemburu pada waktu yang dia miliki. Dia bisa pergi kesana-kemari, melakukan banyak hal dengan teman-temannya, keluarganya, maupun seorang diri TANPA pernah ada kamu dalam kegiatannya tersebut. Kita merasa seolah dia tak pernah ada waktu untuk kita. Rasa rindu yang bercampur dengan keinginan kita untuk turut andil dalam hal-hal yang dilakukannya itulah penyebab kekesalan kita. Kalau orang pacaran nonton film ke bioskop, biasanya berdua, tapi orang yang menjalani hubungan jarak jauh tentu hanya bisa ke bioskop bersama teman-teman bukan? Hal-hal tersebut yang kerap melintaskan kalimat seperti: "Ah, nonton sama dia mulu, sama aku kapan?". Atau saat ada perhelatan besar dalam keluarganya, apabila kita sudah lama berpacaran dan telah dikenalkan ke keluarga masing-masing, bisa saja kita merasa sebal apabila tidak pernah diajak menghadiri acara-acara dalam keluarganya. Bukan karena si dia tidak mau namun karena terpisah jarak sehingga tidak mungkin kita datang untuk turut hadir dalam acara tersebut kecuali jika telah direncanakan jauh-jauh hari, itu pun jika ada budget untuk membeli tiket pesawat atau bis atau kereta. Hehehe

Pernahkah kalian mengalaminya?

Jumat, 31 Januari 2014

Persahabatan dengan Jarak



Kau tahu apa itu cinta? 
Tak ada yang layak disebut cinta selain kebersamaan yang sepanjang masa. 
Lalu bagaimana sebuah hubungan cinta yang tidak disertai kebersamaan?

Kebersamaan tidak dapat tercipta seketika. Apalagi bagi kaum-kaum yang menjalani hubungan jarak jauh atau lebih dikenal dengan Long Distance Relationship a.k.a LDR. LDR tidak hanya terjadi pada pasangan yang berpacaran saja, namun ada juga pasangan menikah. Semua memiliki cerita masing-masing. Ada yang lancar, ada pula yang diwarnai penghianatan, tangis, dan perselingkuhan. Serem yah? Ah, tidak juga.

Hubungan jarak jauh terutama, seringkali diwarnai kecemburuan, salah paham, dan masih banyak lagi drama-drama lainnya. Tak jarang masalah-masalah kecil itu menghadang. Namun dari semua itu, kita bisa memahami dan dapat mengambil banyak pelajaran. Apa saja? 

Misalnya saat merasa kesal karena si dia tidak menghubungi atau memberi kabar, ya memang kesal, tapi apakah kesal itu lalu menjadi alasan untuk marah dan ngambek seperti anak TK? Tidak. Mengertilah bahwa setiap manusia punya urusan dan kegiatan masing-masing, termasuk pacar kita. Dia juga memiliki kesibukan lain, bukan harus 24 jam memberikan waktunya untuk kita. Memangnya dia baby sitter? Baby sitter saja ada jam kerjanya. Lalu kalau sedang kesal karena pacar seakan tak punya waktu untuk kita, apa yang harus dilakukan? Bisa baca buku, shopping, atau sekedar hangout bersama teman-teman. Nah, apakah kalau kita sudah punya pacar lalu kita tidak punya teman? Kalau kamu makhluk sosial yang normal pasti punya dong!

Dari hal di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa justru ketika tengah menjalani hubungan yang serius dan tidak dapat bertemu dengan kekasih setiap saat, itulah waktu dimana kita seharusnya menghabiskan sisa-sisa waktu sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Menghabiskan waktu untuk apa? Banyak! Misalnya jalan-jalan dengan teman yang benar-benar teman (bukan teman tapi mesra atau bahkan selingkuhan ya…). 

Udah itu aja? Tentu tidak. Inilah saat-saat kita punya banyak waktu mengupgrade diri dan membekali diri dengan berbagai keterampilan maupun pengetahuan. Mau jadi istri dan menantu idaman kan?

Selain hal di atas, bisa juga kita ikut komunitas, mendapat berbagai pengalaman baru dan mungkin di terjun ke aksi-aksi sosial. Why not? Takut kecantol sama yang lain? Tidak akan, selama hubungan kita dibangun atas dasar komunikasi yang baik dan kepercayaan. Apabila dua hal tersebut telah terbina di tengah hubungan kita dengan dia, mau Adam Levine mendekati kita pun, kita tidak akan berpaling. Hahaha

Rindu dan kangen, adalah dua kata yang kerap kali kita rasakan dan ucapkan kepada pasangan yang jauh di sana. Kangen bukan kesalahan kok, dan rasa rindu bukanlah tindakan kriminal. Justru dengan perasaan tersebutlah sebuah hubungan jarak jauh akan semakin erat walau terpisah jarak. Komitmen, itu kuncinya. Jika kedua belah pihak telah berkomitmen, sejauh apapun jaraknya tak akan jadi penghalang yang berarti.

Siapa sih sahabat setia kaum-kaum LDR? Jarak. Jangan dimusuhi deh, lebih baik bersahabat dengan jarak. Kalau kita musuhan dengan jarak, hanya akan membuat kita kesal dan uring-uringan setiap hari. Jadikan jarak sebagai sahabat kita dan merupakan penghubung kita dengan si dia, bukan pemisah. Ingat, apa yang kita rasakan tergantung dari pola pikir kita, jadi saat kita berpemikiran positif dengan mengatakan jarak adalah penghubung, maka energi positif akan mengalir dalam diri kita dan menjadikan si dia semakin dekat dengan kita. Believe it or not, it’s up to you ;)

Minggu, 19 Januari 2014

Seleksi Rekrutmen PPS Bank Rakyat Indonesia (BRI)



Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.


Program Pengembangan Staf (PPS) merupakan salah satu cara rekrutmen BRI untuk level manajerial (Management Trainee). Berikut adalah tahapan tes PPS BRI yang pernah saya jalani (walaupun gagal) hiks...

1. Seleksi Administrasi
Tahap awal ini cukup mudah, yaitu hanya mengisi form di website resmi rekrutmen BRI, kemudian tinggal menunggu pengumuman panggilan untuk wawancara awal.

2. Wawancara Awal
Di tahap ini, kita berhadapan dengan HRD, kita diminta untuk menjawab 2 - 3 pertanyaan, yaitu motivasi mendaftar PPS BRI, kontribusi jika diterima sebagai karyawan BRI dan apa yang kita ketahui tentang BRI. Waktu itu saya ikut seleksi di Pusdiklat BRI Yogyakarta. Setelah menunggu beberapa saat, tiba giliran saya untuk masuk ke ruang eksekusi bersama tujuh orang lainnya. Kemudian disuruh menjawab 2 dari 3 pertanyaan di atas satu-persatu. Entah mengapa, gak ditanya apa yang diketahui tentang BRI, hanya motivasi dan kontribusi saja. Well, saya memutar otak dan berhasil menjawab dengan cukup lancar walaupun gemetaran. Hehehe

3. Psikotes
Di tahap ini, kalau bisa sarapan dulu deh, soalnya waktu itu saya tes mulai jam 8 pagi dan baru sampai di rumah jam 10 malam. Peserta psikotes waktu itu jumlahnya hanya seperempat dari peserta wawancara awal, artinya ketat sekali seleksi di wawancara awalnya. Soal-soal psikotesnya umum sih, sama seperti psikotes lainnya; mencari gambar yang berbeda, deret hitung, Wartegg test, menggambar orang, menggambar pohon, dll. Ada juga tes tentang penyelesaian kasus dunia kerja perbankan. Dan yang tak kalah melelahkannya yaitu deret angka-angka yang harus dihitung, namanya apa yah.. Saya lupa :|

4. Tes Bahasa Inggris
Setelah selesai psikotes, masih di hari yang sama langsung diumumkan hasilnya. waktu itu dari 390 orang yang ikut psikotes, sekitar 50 orang tereliminasi. Tes berikutnya yaitu tes bahasa Inggris. Kita disuruh membuat kalimat deskripsi dari gambar-gambar orang yang sedang bekerja, kemudian meliputi tes listening, reading, dan yang terakhir writing. 

5. Wawancara Psikolog
Seusai istirahat sholat maghrib, kemudian tahap wawancara psikolog. Kita harus mengantre untuk dapat giliran wawancara. Karena nama saya berawalan huruf R, jadi mendapat giliran agak belakangan. Alhasil baru sampai di rumah pukul sepuluh malam. Pertanyaan yang diajukan simple, yakni tentang pribadi, prestasi yang pernah diraih, motivasi mendaftar PPS BRI, dan apa yang kita ketahui tentang BRI. Awalnya saya ragu dengan jawaban saya saat itu karena lelah dan mengantuk, jadi jawabnya asal-asalan, tetapi ternyata saya lolos ke tahap selanjutnya :)

6. Wawancara Akhir
Ini merupakan tahap paling menentukan. Kita disuruh berpakaian kerja rapi hitam-putih, dan yang wanita mengenakan blazer hitam. Disuruh bawa meterai, pas foto seluruh badan, dan lain-lain. Wawancara ini memakan waktu lama, rata-rata setiap orang diwawancarai selama 30-60 menit. Pewawancaranya adalah pejabat-pejabat di BRI seperti kepala divisi dan yang setara. Pertanyaan yang diajukan sulit dan banyak, mulai dari apa yang kita ketahui tentang BRI, prestasi yang benar-benar prestasi yang pernah diraih (ada bukti bahwa berprestasi), kegiatan selama ini, hingga tentang dunia perbankan. Wah, pokoknya dihajar habis-habisan. Dan saya kurang beruntung sehingga tidak lolos ke tahap selanjutnya dan terhenti di tahap ini. Huhuhu

7. Tes Kesehatan
Nah bagi yang lolos, tahap akhir yaitu tes kesehatan. Kalau di Jogja, biasanya dilakukan di Klinik Pramita dekat Kanwil BRI Cik Ditiro. Tesnya lengkap dari ujung rambut hingga ujung kaki. KIta disuruh puasa mulai jam 22.00 malam harinya. Pokoknya siapkan fisik dan mental deh untuk tes kesehatan ini. Kalau lolos berarti selesai sudah tahapan rekrutmennya dan tinggal nunggu dipanggil untuk berangkat training ke Jakarta.

Kira-kira itulah tahapan seleksi PPS BRI yang saya ketahui. Hehehe. 
Selamat mencoba dan semoga sukses! :)

Minggu, 27 Oktober 2013

MEMBERANTAS FENOMENA “MASA BODOH” DEMI MENGATASI KRISIS KEPEMIMPINAN DI INDONESIA



Naskah Asli Hasil Kongres Pemuda
Sudah 68 tahun kita merdeka dari penjajahan, artinya mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia bukan lagi suatu kemustahilan. Namun hingga detik ini Indonesia belum bisa terlepas dari berbagai problematika yang melanda, sehingga hal tersebut seolah-olah hanya mimpi di siang bolong alias tidak dapat terwujud. Masalah yang berupa masalah bencana alam hingga terbunuhnya TKW di negeri orang belum terselesaikan. Kasus bertema korupsi hingga masalah demonstrasi dan mogok kerja demi kenaikan gaji, bobroknya sistem pendidikan hingga sempitnya lapangan pekerjaan masih terus bergulir. Hal-hal tersebut tentunya memberikan kenyataan pahit di tengah masyarakat.

Fenomena yang sedang berkembang di Indonesia saat ini yaitu masyarakat sedang berbondong-bondong bertingkah “masa bodoh” terhadap kasus-kasus tersebut. Biarlah urusan tersebut menjadi urusan pihak-pihak yang berwenang dan cukuplah masyarakat awam sibuk dengan masalah rumah tangganya sendiri. Pahitnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin merosot sebagai tanda berkembangnya fenomena “masa bodoh” ini.

 Menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengenai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, hasil survei menunjukkan bahwa persepsi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menurun sejumlah 15% menjadi 37.7%, dari perolehan semula yakni 52.2%. Kemudian, mari kita sandingkan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap presiden kita, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut hasil survei LSI tahun 2012, popularitas SBY turun menjadi 33%, padahal sebelumnya sebanyak 65%.

Menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan presiden kurang lebih disebabkan karena belum mampunya pihak-pihak tersebut memberantas permasalahan-permasalahan yang ada secara maksimal. Ironisnya, saat ini Presiden tampaknya juga sedang galau dengan beragam masalah, mulai masalah internal partainya, masalah pribadi keluarganya yang di blow up oleh media massa, hingga permasalahan di tengah masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya sebagai pemimpin negara.

Akibatnya, fenomena “masa bodoh” akan terus menjamur di kalangan masyarakat dan budaya pesimis terus berkembang dan mengakar. Budaya pesimis yang menuju pada keputusasaan masyarakat akan nasib bangsa Indonesia yang tidak pernah lepas dari masalah tentu sangat berbahaya karena pesimisme mampu mematikan semangat pembangunan di segala bidang dan mampu menggugurkan niat bangsa Indonesia untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

    Lantas, kepada siapa nasib bangsa Indonesia digantungkan? Jawabannya yakni: pemimpin. Mencatut pendapat Kofi Anan (Sekjen PBB 1997-2006) yakni "Obstacles to democracy have little to do with culture or religion, and much more to do with the desire of those in power to maintain their position at any cost." Pendapat tersebut kurang lebih menyatakan bahwa nasib suatu negara demokrasi tergantung dari keinginan atau hasrat dari seorang pemimpin dalam mengurus negaranya atau dengan kata lain faktor pemimpin memegang peranan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Di sisi lain, munculnya fenomena “masa bodoh” di tengah masyarakat, menunjukkan indikasi kuat tentang adanya suatu krisis di negara kita ini, yaitu krisis kepemimpinan, di mana pemimpin yang ada belum mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sebagai orang awam, penulis berpendapat bahwa krisis kepemimpinan yang melanda bangsa Indonesia saat ini kurang lebih disebabkan karena belum adanya bibit-bibit unggul yang muncul sebagai wakil rakyat di istana kepresidenan. Hal ini bukan disebabkan orang Indonesia tidak ada yang capable sebagai pemimpin, bukan pula karena tidak berbakat menjadi pemimpin, namun disebabkan pengaruh fenomena “masa bodoh” yang berujung pada kegalauan generasi muda untuk menjadi seorang presiden.

Fenomena “masa bodoh” mengantarkan masyarakat cenderung lupa akan tujuan didirikannya bangsa Indonesia ini. Kealpaan terhadap hal tersebut melunturkan intention (niat) masyarakat pada umumnya untuk ikut serta dalam proses pembangunan dengan memegang tampuk kepemimpinan. Buktinya dalam setiap pemilu capres, nama-nama yang mencalonkan diri hingga tahap akhir tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Calonnya itu-itu saja, dengan track record yang tidak jauh berbeda dengan calon-calon sebelumnya. Di sinilah letak krisis kepemimpinan yang terjadi, di mana orang-orang yang berpotensi menjadi pemimpin tidak muncul, malah digantikan oleh pihak-pihak yang nyatanya belum mampu menjadi seorang pemimpin negara.

Padahal sesungguhnya Indonesia adalah negara yang kaya. Bukan hanya kaya akan kekayaan alam yang melimpah ruah tetapi Indonesia adalah negeri yang kaya akan potensi sumber daya manusianya. Tapi kenapa harus “itu-itu” saja yang harus kita pilih untuk memimpin negeri ini? Ingatkah kita semua kalau Indonesia diperjuangkan hak kebebasannya oleh rakyat Indonesia yang rela mengorbankan harta, keluarga, bahkan nyawanya sendiri demi menaikkan bendera merah-putih ke tiang tertinggi? Saat mempertaruhkan nyawa, mereka dipimpin oleh para pemuda yang berani dan optimis. Mereka berani menerjang setiap halangan yang menghadang. Mereka optimis akan kelebihan yang menghasilkan kekuatan dan mengesampingkan kekurangan yang bisa melemahkan mereka. Mereka itu masih belia dan masih amatir, tapi semangat dan aktualisasi  mereka melebihi apa yang bisa dilakukan pemimpin kita saat ini.

Pemuda yang bisa menggerakan! Kalimat itu lah yang sesungguhnya menjadi jawaban atas problema yang dihadapi di negeri ini. Pemimpin itu bukan perkara kodrat untuk terlahir tapi pemimpin adalah perkara bagaimana pemimpin itu di bentuk. Pemimpin tidak datang dengan sendirinya tapi pemimpin dibentuk dengan beberapa tahap sehingga apa yang dia kerjakan bermanfaat untuk rakyatnya. Pemimpin menawarkan keoptimisan untuk masa depan. Pemimpin bukan lagi membahas masa lalu yang pernah kita capai. Pemimpin membahas apa yang akan kita kerjakan ke depan sehingga apa yang dikerjakan saat ini tentu lebih baik dari pada yang dikerjakan di masa lampau.

Sesungguhnya pemikiran para pemudalah yang seperti ini. Para pemuda yang dianggap masih amatir ini harusnya diberi kesempatan untuk berkontribusi mengubah negerinya menjadi negeri yang mempunyai taring. Tidak lembek jika di ganggu, tidak lemah jika di hantam. Alasan karena banyak pemuda yang masih amatir dan emosional ini sungguh menggelitik, bukankah para pendiri bangsa ini juga dulunya masih amatir sehingga harus di buang ke pelosok negeri? Bukankah mereka juga emosional terhadap negara lain yang mencoba merebut negeri ini? Bukankah ada kemiripan terhadap setiap tingkah laku pemuda? Lalu kenapa saat ini pemuda tidak diberi kesempatan yang lebih bahkan sama?

Sesungguhnya karena kebosanan kita menunggu kesempatan untuk memimpin negeri ini kita balas dengan hasil. Banyak gerakan-gerakan pemuda yang memberikan nafas baru untuk Indonesia. Mulai dari gerakan yang berbasis pendidikan, budaya, sosial, hingga agama. Banyak mereka yang mengabdikan dirinya untuk menyalurkan ilmu yang mereka dapat dari pendidikan di bangku sekolah kepada sesamanya yang tidak seberuntung mereka. Gerakan-gerakan yang ada saat ini adalah bukti dimana para pemuda geram dengan tingkah lamban yang dilakukan pemimpin kita. Kenapa harus lamban jika hasil yang didapatkan tidak maksimal? Kenapa tidak bisa cepat dan tegas? Kenapa? Karena mereka mempertimbangkan ilmu kehati-hatian. Ilmu ini lah yang menghambat kita untuk melompat lebih tinggi karena takut terjatuh dan sakit.

Setidaknya dengan munculnya gerakan-gerakan yang diusung oleh pemuda-pemudi Indonesia, rakyat Indonesia harus menyadari bahwa negeri ini masih mencetak bibit-bibit unggul, negeri ini masih mencetak bibit-bibit pejuang, negeri ini masih mampu untuk melahirkan petarung. Kita tidak terbelakang namun kita tidak berani untuk terjun terlalu dalam. Kita tidak tertinggal namun kita cenderung jatuh ke dalam lembah kehati-hatian. Kita bukan negara miskin sumber daya manusia namun kita hanya takut untuk menerobos lingkar hitam yang selama ini menggumpal.

28 Oktober tahun ini, semoga menjadi cerminan kita akan semua hal itu. Cerminan bahwa sesuatu yang besar harus kita mulai, sesuatu yang genting harus kita laksanakan sesegera mungkin. Kita mungkin terlambat dari negara lain jika baru sekarang melakukan pergerakan di semua bidang dengan pemuda sebagai tonggak yang mantap untuk menjadi pemimpin, tapi kita bukan negara yang hanya hidup di zona nyaman lalu menyesal kenapa kita tidak berani mengambil risiko. Kita bukan itu. Buktikan dengan lantang dan tegas kalau kita bukan itu. Bukan!


Penulis : Rizkia Amalia IMAYO 2013, Rizky Permata Najatafani (@kikinajatafani_) IMAYO 2012
Editor : Riezha Rizky Daniar (@riezhaichaa) IMAYO 2009
http://imayo1967.blogspot.com/

Kamis, 24 Oktober 2013

Special Birthday Presents for Him / Her

 


Kalau pacar ulang tahun, pasti kita sibuk mikir mau kasih kado apa. Keliling dari toko ke toko mencari benda kesukaan atau yang sangat diinginkannya. Mainstream.
Pernah gak sih, terpikir untuk kasih hadiah yang beda?
Coba pikir dulu, pacaran kan bukan ikatan resmi, masih rentan putus, belum terikat kuat seperti ikatan pernikahan. Lihat deh barang-barang dari mantan kamu, gimana keadaannya sekarang? Dibalikin? Dibakar? Udah dibuang?
Mungkin ada yang masih dipakai atau disimpan, tapi tentunya akan menjadi barang yang tersembunyi dan kita akan sungkan apabila barang-barang tersebut dilihat atau ketahuan pasangan kita yang sekarang.
Well, memang sih gak semua orang berpikir negatif mengenai barang pemberian mantan, dan banyak pula pasangan yang gak insecure tentang hal-hal berbau mantan pacar, tapi... Who knows~ hihihi
Nah... Ada ide nih, mungkin udah banyak dilakukan juga oleh sebagian orang, tapi pasti masih banyak juga yang belum tahu. Saat pacar kita ulang tahun, kasih aja video spesial, kue tart atau hadiah kecil yang gak mahal dan (kemungkinan terburuk) jika putus gak akan kita ungkit-ungkit lagi.. Hahaha
Moment surprise yang manis akan lebih berkesan daripada kado-kado mahal yang nantinya bisa saja hanya dibuang, dibakar, diberikan ke orang, atau kita sesali karena telah memberikannya. Kado-kado kecil di atas misalnya berupa bunga, cokelat, atau foto-foto sweet memories yang dicetak dan dibingkai.
Hal lain misalnya untuk pasangan LDR. Surprise yang paling membahagiakan bagi pasangan LDR ialah kedatangan kita dihadapannya saat dia ulang tahun. Tanpa membawa apa-apa? Ya, mungkin cukup kue tart dengan lilin, bunga, atau cokelat. Itu saja.
Bagaimana kalau gak bisa datang menemuinya karena sibuk atau tak ada dana, dan gak bisa kirim kado apapun? Gampang, buat saja video, bisa video sungguhan atau stop motion (berupa gabungan foto-foto yang menyerupai slide atau animasi)
Gak bisa bikinnya? Ya kalii, masa sih gak punya temen yang bisa dimintain tolong? Cerdas dong! (Hehehe)
Gimana cara ngasihinnya ke dia? Ini jaman modern, guys.. Ada Youtube! Gak punya modem? Gak punya laptop? Sisihin sedikit uang jajan untuk ke warnet. Simple. Saat hari ulang tahunnya, send link video Youtube kamu lewat Twitter, Facebook, atau lewat sms dan bbm juga boleh, yang penting dia baca dan kemudian bisa dia buka.
Memang sih untuk membuat suatu rencana kejutan gak bisa seorang diri, makanya jadilah pribadi yang menyenangkan biar dibantuin deh sama temen-temen. Hihihi. Gak cuma temen kamu aja, tapi juga temen-temen pasangan kamu, kalau bisa ajaklah kerja sama juga.
Guys, semahal apapun kado yang kita berikan buat pacar kita, tak akan senilai berharganya dengan diri kita pasangannya. Yah, walaupun mungkin memang ada orang-orang yang sifatnya matre atau mengincar harta kita. Huahahaha (sinetron banget). Eitss, iya, kado-kado dan kejutan kecil yang kita berikan secara tak langsung juga bisa mengetes kesungguhan pasangan kita loh. Kalau dia matre, tentu saja dia akan kesal karena kado yang kita berikan gak bernilai apa-apa bagi dia. Kalau dia tulus, serius, dan berpikir jangka panjang, tentu dia akan lebih terkesan dengan moment yang kamu ciptakan daripada nilai kado atau hadiah yang dia terima.
Jadi, kado spesial apa yang akan kamu berikan di hari ulang tahunnya? :) 



Sabtu, 21 September 2013

Awas Ada Leo!!

Kalo ada orang moody, bossy, dan terkesan selalu gak mau kalah, kemungkinan besar orang itu berzodiak Leo.. Hahaha
Di sini aku coba membahas menurut pandangan orang awam ya, bukan cenayang, peramal, paranormal atau semacamnya :p

Dari simbolnya aja, Leo digambarkan dengan seekor singa jantan. Well, siapa yang gak tau singa jantan Sang Raja di Rimba? Dia penguasa dan cenderung angkuh. Sama halnya dengan kaum-kaum Leo.
Mari menggunakan ilmu "titen" atau "niteni" (bahasa jawa, artinya mengamati dan membaca tanda-tanda) memang mayoritas kaum Leo itu moody, sensitif, bossy, dan hampir semua sifat jelek melekat pada dirinya.
Eits, tunggu dulu.. Leo juga punya banyak sifat positif, dia memang berjiwa leader, cenderung pemberani, baik hati terhadap sesama dan yang membutuhkan, trus kalo marah cuma sebentar kemudian bisa membaik sendiri (lucu ya?). Yang payah adalah kalo Leo udah berhadapan dengan kaum berzodiak sensitif dan sulit memaafkan, pasti bermasalah deh! Hahaha
Sebenernya bisa disingkat istilahnya, kaum Leo itu suka ngedrama! Hahahaha. Tapi... Kadar dramanya akan berkurang seiring tingkat kedewasaannya dan pengaruh lingkungan. Jika ia berada di lingkungan yang baik, nyaman, dan mendukung, tentu kadar dramanya akan lebih sedikit dibandingkan dengan kaum Leo yang hidup dalam keadaan tidak nyaman dan banyak masalah.
Leo dengan Leo bisa bersahabat, tapi persahabatan panas yang mengandung persaingan terselubung. Sesama Leo langka banget yang saling membantu, belum tentu menjatuhkan, setidaknya berkompetisi. Dan lagi, kaum Leo cenderung ingin selalu menang dan berada di atas angin.
Mungkin sebagian besar bahasan di atas tentang Leo cewek ya. Tapi gak juga sih, Leo cowok pun ada yang demikian, cuma mungkin lebih sedikit jumlahnya dibanding cewek, mengingat laki-laki sudah kodratnya lebih menggunakan otak daripada perasaan.
Kok aku bisa ngomong gitu sih? Yaa, sekali lagi ini bukan ilmu gaib, ramalan atau wangsit, hanya membaca karakter dengan ilmu titen. Dan sebagian besar udah aku alami sendiri, karena aku juga Leo.. Hahaha.
Oke, sekian dulu bahasan tentang kaum Leo, besok-besok kita bahas lagi ya, tentang percintaan Leo juga belum kan? Hihihi.

Sumber: berbagai artikel, pengamatan langsung, dan pengalaman!

Minggu, 15 September 2013

Pembawa Kebahagiaan

“Tak henti ku telaah arti kehadiranmu. Namun hanya tawa yang terbaca, kau hanya diutus Tuhan tuk sampaikan rasa bahagia.”
Tuhan Maha Kuasa, ya, Dia bisa saja memberi kita segalanya atau bahkan mengambil segalanya dari kita. Tinggal kita minta saja apa yang kita inginkan dalam doa, maka akan terwujud sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.

Ingat kata-kata, "Semua akan indah pada waktuNya" kan? Iya, demikianlah kenyataannya. Waktu yang ditentukan olehnya tak pernah salah. Percaya? Silahkan. Tidak percaya pun itu hak asasi masing-masing umat manusia yang tak dapat diganggu gugat karena menyangkut hati nurani.

Ada suatu saat kita merasa sedih, ada suatu saat biasa saja, atau bahkan terlalu bahagia sampai lupa diri. Itu hal biasa dalam kehidupan sehari-hari kita. Iya kan?

Tak henti aku menelaah kehadiranmu. Kehadiran sesosok manusia di waktu tak terduga. Apa artinya? Terus-menerus mencari tanpa menemukan jawaban yang pasti. Ini aneh. Bahkan Dia pun tak beri petunjuk, hanya membiarkan umatNya ini menerka-nerka, namun hanya tawa yang terbaca.

Gila. Iya, hampir gila, tapi tentu saja tidak gila, karena Dia tak akan berikan sesuatu yang diluar jangkauan akal kita yang seluas jagat raya ini. Berkali-kali terjatuh di lubang yang sama, bahkan terjerumus, terperosok. Aku kira aku tak dapat kembali, tetapi tidak demikian. Tentu saja, ada waktu-waktu yang tepat untuk Dia menyembuhkan, serta mengembalikan kita ke jalan semula.

Bisa saja aku sebut kehadirannya adalah anugerah. Penghibur saat memang sedang sangat membutuhkan sekedar bahu untuk bersandar. Penghibur itu ada di saat yang dibutuhkan, di saat-saat genting dan memang butuh penghiburan. Ada untuk memecahkan berbagai persoalan hidup, ada di kala dibutuhkan untuk bersandar, menangis, meminta pendapat.

Waktu demi waktu berlalu, tak terasa usia bertambah, masalah bertambah, dan kebenaran mulai terungkap. Anehnya, Dia masih saja mempersatukan, mendorong untuk bertahan.

Tidak, Tuhan.. Ini sudah terlampau sakit. Ditambah hadirnya berbagai pihak yang juga tampak membutuhkannya. Hingga tiba suatu ketika, aku merasa waktunya sudah habis. Sudah cukup pendampingan dan penghiburan yang dia berikan di sela-sela kesibukannya untukku.

Ya, sudah cukup. Ini tidak tepat jika diteruskan. Titik jenuh telah terasa hingga tampak segala jawabannya, kau hanya diutus Tuhan tuk sampaikan rasa bahagia.