Semua orang pasti pernah cemburu. Sejak kecil pun pasti pernah. Gak
percaya? Misalnya kita yang punya adik, saat ibu kita lebih
memperhatikan adik yang masih kecil pun sesekali kita pasti pernah
cemburu. Atau saat ayah kita lebih memperhatikan anak laki-lakinya
daripada kita. Pernahkah mengalami kecemburuan seperti itu?
Ada yang belum pernah cemburu ke pacarnya? Pasti semua pernah deh, ayo ngaku! Hehehe
Cemburu tanda cinta? Bukan! Cemburu itu tanda insecure, kenapa? Iya, orang yang cemburu artinya ia merasa tidak aman, takut akan kehilangan orang yang disayanginya. Sumber dari perasaan cemburu ada banyak tapi yang utama adalah karena kita tidak percaya diri, takut karena ada orang lain yang lebih baik dari diri kita yang akan mengalihkan perhatian bahkan perasaan cinta orang yang kita sayangi atau kita miliki. Cobalah introspeksi, benar atau tidak hal tersebut.
Cemburu memang bumbu dalam pacaran, itu benar, karena tanpa cemburu sama sekali, sebuah hubungan akan terasa hambar. Tapi hati-hati, cemburu yang berlebihan justru tak baik untuk diri sendiri dan untuk pasangan kita. Kecemburuan berlebih akan menyebabkan rasa insecure dan takut kehilangan yang tinggi, yang justru akan memicu kita untuk bersikap posesif. Girls, mayoritas pria tidak suka jika pasangannya terlalu posesif, mereka ingin bebas tapi 'terikat dengan sendirinya'. Percaya atau tidak, jika kita memberikan limpahan rasa percaya justru dia akan semakin terikat pada kita! Kecuali jika dia memang pria jahat yang hobby berbohong dan senang mempermainkan wanita, nah ini beda lagi kasusnya :)
Cemburunya orang yang berhubungan jarak jauh atau LDR ada bermacam-macam lho, girls. Kenali rasa cemburumu sebelum bertindak lebih lanjut. Salah-salah bisa merusak rasa respect si dia atau bahkan merusak hubungan kalian. Kelola rasa cemburu dengan baik, jangan sampai over dan justru merusak hubungan, kalau sudah begitu apa masih bisa dikatakan bahwa cemburu tanda sayang atau tanda cinta?
Yuk kita bahas!
1. Cemburu pada Teman Wanita
Cemburu jenis ini sangatlah umum, dan wajar apabila semua orang pernah mengalami. Misalnya ketika si dia sedang ada urusan sehingga harus pergi berdua atau sering berinteraksi dengan teman wanitanya, tak dipungkiri pasti kita pernah merasa cemburu. Tapi harus diingat, selama interaksi mereka masih dalam takaran wajar, kecemburuan kita juga harus wajar ya, girls :)
2. Cemburu pada Teman atau Sahabat Pria
Si dia sering menghabiskan waktu hingga larut dengan teman-teman pria. Entah main game, futsal, menonton pertandingan bola, dan lain sebagainya, sehingga intensitasnya menghubungi kita atau untuk saling ngobrol menjadi sangat berkurang. Cemburu? Boleh, tapi kadarnya harus lebih sedikit lagi jika dibandingkan dengan jenis kecemburuan nomor satu di atas ya. Kalau si dia sangat intens dengan satu teman pria saja, jangan cemburu tapi cari tau, pacar kamu normal atau tidak? Hehehe
3. Cemburu pada 'Waktu'
Apa itu? Nah, di sini letak kecemburuan terbesar yang kerap kali dialami pasangan jarak jauh atau LDR, yaitu cemburu pada 'waktu'. Entah apapun yang dilakukan pasangan kita jadi sering merasa kesal, bahkan bisa emosi padahal tak ada masalah apapun. Kok bisa? Sesungguhnya kita sedang cemburu pada waktu yang dia miliki. Dia bisa pergi kesana-kemari, melakukan banyak hal dengan teman-temannya, keluarganya, maupun seorang diri TANPA pernah ada kamu dalam kegiatannya tersebut. Kita merasa seolah dia tak pernah ada waktu untuk kita. Rasa rindu yang bercampur dengan keinginan kita untuk turut andil dalam hal-hal yang dilakukannya itulah penyebab kekesalan kita. Kalau orang pacaran nonton film ke bioskop, biasanya berdua, tapi orang yang menjalani hubungan jarak jauh tentu hanya bisa ke bioskop bersama teman-teman bukan? Hal-hal tersebut yang kerap melintaskan kalimat seperti: "Ah, nonton sama dia mulu, sama aku kapan?". Atau saat ada perhelatan besar dalam keluarganya, apabila kita sudah lama berpacaran dan telah dikenalkan ke keluarga masing-masing, bisa saja kita merasa sebal apabila tidak pernah diajak menghadiri acara-acara dalam keluarganya. Bukan karena si dia tidak mau namun karena terpisah jarak sehingga tidak mungkin kita datang untuk turut hadir dalam acara tersebut kecuali jika telah direncanakan jauh-jauh hari, itu pun jika ada budget untuk membeli tiket pesawat atau bis atau kereta. Hehehe
Pernahkah kalian mengalaminya?
Ada yang belum pernah cemburu ke pacarnya? Pasti semua pernah deh, ayo ngaku! Hehehe
Cemburu tanda cinta? Bukan! Cemburu itu tanda insecure, kenapa? Iya, orang yang cemburu artinya ia merasa tidak aman, takut akan kehilangan orang yang disayanginya. Sumber dari perasaan cemburu ada banyak tapi yang utama adalah karena kita tidak percaya diri, takut karena ada orang lain yang lebih baik dari diri kita yang akan mengalihkan perhatian bahkan perasaan cinta orang yang kita sayangi atau kita miliki. Cobalah introspeksi, benar atau tidak hal tersebut.
Cemburu memang bumbu dalam pacaran, itu benar, karena tanpa cemburu sama sekali, sebuah hubungan akan terasa hambar. Tapi hati-hati, cemburu yang berlebihan justru tak baik untuk diri sendiri dan untuk pasangan kita. Kecemburuan berlebih akan menyebabkan rasa insecure dan takut kehilangan yang tinggi, yang justru akan memicu kita untuk bersikap posesif. Girls, mayoritas pria tidak suka jika pasangannya terlalu posesif, mereka ingin bebas tapi 'terikat dengan sendirinya'. Percaya atau tidak, jika kita memberikan limpahan rasa percaya justru dia akan semakin terikat pada kita! Kecuali jika dia memang pria jahat yang hobby berbohong dan senang mempermainkan wanita, nah ini beda lagi kasusnya :)
Cemburunya orang yang berhubungan jarak jauh atau LDR ada bermacam-macam lho, girls. Kenali rasa cemburumu sebelum bertindak lebih lanjut. Salah-salah bisa merusak rasa respect si dia atau bahkan merusak hubungan kalian. Kelola rasa cemburu dengan baik, jangan sampai over dan justru merusak hubungan, kalau sudah begitu apa masih bisa dikatakan bahwa cemburu tanda sayang atau tanda cinta?
Yuk kita bahas!
1. Cemburu pada Teman Wanita
Cemburu jenis ini sangatlah umum, dan wajar apabila semua orang pernah mengalami. Misalnya ketika si dia sedang ada urusan sehingga harus pergi berdua atau sering berinteraksi dengan teman wanitanya, tak dipungkiri pasti kita pernah merasa cemburu. Tapi harus diingat, selama interaksi mereka masih dalam takaran wajar, kecemburuan kita juga harus wajar ya, girls :)
2. Cemburu pada Teman atau Sahabat Pria
Si dia sering menghabiskan waktu hingga larut dengan teman-teman pria. Entah main game, futsal, menonton pertandingan bola, dan lain sebagainya, sehingga intensitasnya menghubungi kita atau untuk saling ngobrol menjadi sangat berkurang. Cemburu? Boleh, tapi kadarnya harus lebih sedikit lagi jika dibandingkan dengan jenis kecemburuan nomor satu di atas ya. Kalau si dia sangat intens dengan satu teman pria saja, jangan cemburu tapi cari tau, pacar kamu normal atau tidak? Hehehe
3. Cemburu pada 'Waktu'
Apa itu? Nah, di sini letak kecemburuan terbesar yang kerap kali dialami pasangan jarak jauh atau LDR, yaitu cemburu pada 'waktu'. Entah apapun yang dilakukan pasangan kita jadi sering merasa kesal, bahkan bisa emosi padahal tak ada masalah apapun. Kok bisa? Sesungguhnya kita sedang cemburu pada waktu yang dia miliki. Dia bisa pergi kesana-kemari, melakukan banyak hal dengan teman-temannya, keluarganya, maupun seorang diri TANPA pernah ada kamu dalam kegiatannya tersebut. Kita merasa seolah dia tak pernah ada waktu untuk kita. Rasa rindu yang bercampur dengan keinginan kita untuk turut andil dalam hal-hal yang dilakukannya itulah penyebab kekesalan kita. Kalau orang pacaran nonton film ke bioskop, biasanya berdua, tapi orang yang menjalani hubungan jarak jauh tentu hanya bisa ke bioskop bersama teman-teman bukan? Hal-hal tersebut yang kerap melintaskan kalimat seperti: "Ah, nonton sama dia mulu, sama aku kapan?". Atau saat ada perhelatan besar dalam keluarganya, apabila kita sudah lama berpacaran dan telah dikenalkan ke keluarga masing-masing, bisa saja kita merasa sebal apabila tidak pernah diajak menghadiri acara-acara dalam keluarganya. Bukan karena si dia tidak mau namun karena terpisah jarak sehingga tidak mungkin kita datang untuk turut hadir dalam acara tersebut kecuali jika telah direncanakan jauh-jauh hari, itu pun jika ada budget untuk membeli tiket pesawat atau bis atau kereta. Hehehe
Pernahkah kalian mengalaminya?
