Kau tahu apa itu cinta?
Tak ada yang layak disebut cinta
selain kebersamaan yang sepanjang masa.
Lalu bagaimana sebuah hubungan cinta
yang tidak disertai kebersamaan?
Kebersamaan tidak dapat tercipta seketika. Apalagi bagi
kaum-kaum yang menjalani hubungan jarak jauh atau lebih dikenal dengan Long
Distance Relationship a.k.a LDR. LDR tidak hanya terjadi pada pasangan yang
berpacaran saja, namun ada juga pasangan menikah. Semua memiliki cerita
masing-masing. Ada yang lancar, ada pula yang diwarnai penghianatan, tangis,
dan perselingkuhan. Serem yah? Ah, tidak juga.
Hubungan jarak jauh terutama, seringkali diwarnai
kecemburuan, salah paham, dan masih banyak lagi drama-drama lainnya. Tak jarang
masalah-masalah kecil itu menghadang. Namun dari semua itu, kita bisa memahami
dan dapat mengambil banyak pelajaran. Apa saja?
Misalnya saat merasa kesal
karena si dia tidak menghubungi atau memberi kabar, ya memang kesal, tapi
apakah kesal itu lalu menjadi alasan untuk marah dan ngambek seperti anak TK?
Tidak. Mengertilah bahwa setiap manusia punya urusan dan kegiatan
masing-masing, termasuk pacar kita. Dia juga memiliki kesibukan lain, bukan
harus 24 jam memberikan waktunya untuk kita. Memangnya dia baby sitter? Baby sitter
saja ada jam kerjanya. Lalu kalau sedang kesal karena pacar seakan tak punya
waktu untuk kita, apa yang harus dilakukan? Bisa baca buku, shopping, atau
sekedar hangout bersama teman-teman. Nah, apakah kalau kita sudah punya pacar
lalu kita tidak punya teman? Kalau kamu makhluk sosial yang normal pasti punya
dong!
Dari hal di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa justru ketika
tengah menjalani hubungan yang serius dan tidak dapat bertemu dengan kekasih
setiap saat, itulah waktu dimana kita seharusnya menghabiskan sisa-sisa waktu
sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Menghabiskan waktu untuk apa? Banyak!
Misalnya jalan-jalan dengan teman yang benar-benar teman (bukan teman tapi
mesra atau bahkan selingkuhan ya…).
Udah itu aja? Tentu tidak. Inilah saat-saat
kita punya banyak waktu mengupgrade diri dan membekali diri dengan berbagai
keterampilan maupun pengetahuan. Mau jadi istri dan menantu idaman kan?
Selain hal di atas, bisa juga kita ikut komunitas, mendapat
berbagai pengalaman baru dan mungkin di terjun ke aksi-aksi sosial. Why not?
Takut kecantol sama yang lain? Tidak akan, selama hubungan kita dibangun atas
dasar komunikasi yang baik dan kepercayaan. Apabila dua hal tersebut telah
terbina di tengah hubungan kita dengan dia, mau Adam Levine mendekati kita pun,
kita tidak akan berpaling. Hahaha
Rindu dan kangen, adalah dua kata yang kerap kali kita
rasakan dan ucapkan kepada pasangan yang jauh di sana. Kangen bukan kesalahan
kok, dan rasa rindu bukanlah tindakan kriminal. Justru dengan perasaan
tersebutlah sebuah hubungan jarak jauh akan semakin erat walau terpisah jarak.
Komitmen, itu kuncinya. Jika kedua belah pihak telah berkomitmen, sejauh apapun
jaraknya tak akan jadi penghalang yang berarti.
Siapa sih sahabat setia kaum-kaum LDR? Jarak. Jangan dimusuhi
deh, lebih baik bersahabat dengan jarak. Kalau kita musuhan dengan jarak, hanya
akan membuat kita kesal dan uring-uringan setiap hari. Jadikan jarak sebagai
sahabat kita dan merupakan penghubung kita dengan si dia, bukan pemisah. Ingat,
apa yang kita rasakan tergantung dari pola pikir kita, jadi saat kita
berpemikiran positif dengan mengatakan jarak adalah penghubung, maka energi positif
akan mengalir dalam diri kita dan menjadikan si dia semakin dekat dengan kita. Believe
it or not, it’s up to you ;)

